Puisiku tinggal sisa…

Selaksa harap yang kupunya lenyap semalam bersama mimpi yang tak terbagi
Menjeritkupun tak merambah malam yg rumit dan sepi
Kelampun tak mampu menyapa lukaku
walau ada sedikit makna dalam benakku

Terpukulku dalam diam yg berujung pedih
Menusukku dari kegelapan hingga menyepih
Perlahan..harapku terkikis
Memeluk cintapun tak cukup mengikis tangis

Hingga lelap kubawa nestapa dalam arungan kecewa
Dalam diam kepersembahkan nirwana sepi
Berbalut kain sutra yang tercela
Walau indah, tak mampu membaluk hati

Ah…aku terbuang disini
Sedikit harap yg kupunya tercecer luka
Ah…mengapa masih disini
Mengemasi puing – puing nirwana

Aku…Aku yang terbuang sepi
Aku…aku yang tak berarti lagi
Aku…aku yang tinggal sepi
Aku…aku yang menunggu mati……..

Padang, 09-06-08
ve yang terbuang ………..

Juni 10, 2008 at 3:55 am Tinggalkan komentar

Gubrak..sulitnya menyelaraskan jari dan kepala

Memulai sesuatu yang baru , kadang memang terasa berat dan susaaah banget. Keinginan besar untuk menwujudkannya sudah ada bertengger dikepala. Namun ketika jari dan otak mulai diselaraskan, maka tiba – tiba gubraaak………semua yang sudah tersusun rapi di kepala hilang begitu saja. Buntu! akhirnya cuma bisa melototin kertas putih yang tetap putih mpe kelelep iler.. heheheee….

Juni 7, 2008 at 2:30 am 2 komentar

Menikah? rumitkah?

7 angka sakti ini sering bikin aku awalnya ketakutan laur bisa. Ketakutan yang mungkin sebagian orang anggap ; “naif banget sih”. Tapi jika didata 10 dari 100 wanita mengalami hal yang sama. Pernah nonton run away bridge? Dulu aku pikir itu cuma film saja dan hanya terjadi di dunia maya. Tapi ketakutan macam apa sih?.

  • Takut terikat
  • Takut kehilangan kebebasan
  • Takut bentuk tubuh berubah kendor
  • Takut kehilangan teman-teman bermain
  • Takut kahilangan aktivitas yang biasa dilakukan
  • Takut harus mulai mengurus seseorang
  • Takut bedroom jadi sempit.

Huff….kalau dijabarkan satu persatu bisa menghabis berlembar2 kertas. Ketakutan-ketakutan yang berputar -putar dikepala tak ubahnya seperti mesin hitung yang nggak henti-hentinya mengeluarkan angka -angka. Lalu bagaimana menghadapi ketakutan ini?

Lari dari ketakutan tidak menyelesaikan masalah. Setiap lari dari ketakutan itu, maka akan datang ketakutan baru yang lebih mengerikan. Satu-satunya penyelesaian adalah menghadapi ketakutan itu. Menantangnya untuk membuktikan apakab benar ketakutan -ketakutan itu mampu mengalahkan rasio? So…How about u? masih takutkah?

Juni 6, 2008 at 5:52 am 5 komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Juni 6, 2008 at 4:34 am 2 komentar


Kategori

  • Blogroll

  • Feed


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.